Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden mengusulkan kenaikan standar penghematan bahan bakar kendaraan menjadi 58 mil per galon pada 2032. Hal tersebut bertujuan untuk menekan emisi gas rumah kaca dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Badan Keselamatan Jalan Raya AS (NHTSA) mengatakan pihaknya akan meningkatkan persyaratan Corporate Average Fuel Economy (CAFE) sebesar 2 p persen per tahun untuk mobil penumpang dan 4 persen per tahun untuk truk ringan. NHTSA juga mengusulkan agar standar efisiensi bahan bakar baru untuk truk pickup tugas berat dan van naik 10 persen per tahun pada 2030 hingga 2035.

“Kebijakan tersebut akan mendorong pembuat kendaraan memproduksi mesin pembakaran internal selama jangka waktu yang ditetapkan untuk mencapai penghematan bahan bakar yang signifikan, meningkatkan keamanan energi, dan mengurangi polusi berbahaya dalam jumlah besar,” kata NHTSA. HTSA lebih lanjut memperkirakan kebijakan tersebut dapat memangkas konsumsi bahan bakar hingga 88 miliar galon hingga 2050. Sementara itu, Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) telah menetapkan proposal yang merujuk pada pengurangan emisi kendaraan sebesar 56 persen pada 2027 hingga 2032, atau sekitar 13 persen dari pengurangan polusi rata rata tahunan. Langkah tersebut bertujuan untuk mengubah 67 persen kendaraan baru menjadi kendaraan listrik (EV) pada 2032.

Beredar Rekaman Suara Mirip Surya Paloh Marahi Anies, Sudirman Said Tegaskan Itu Hoaks! Mantan Dirut PT LJU Andi Jauhari Dipidana 6 Tahun Penjara Jawaban Modul 2, Berikut Peran Media Ajar Dalam Proses Pembelajaran Berpusat Pada Murid Kecuali?

Viral Rekaman CCTV yang Merekam Sosok Pencuri Makanan, Kecurigaan Selama ini Terungkap Psikolog Komentari soal Perceraian Ria Ricis Teuku Ryan, Ada Upaya Selamatkan Rumah Tangga Serambinews.com Ramai Rekaman Suara Surya Paloh Marahi Anies Gara gara Data Ngawur, Timnas AMIN Buka Suara

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all Menanggapi proposal EPA, Aliansi Inovasi Otomotif yang mewakili General Motors, Toyota Motor, Volkswagen dan lainnya meminta badan tersebut untuk merevisi proposal emisinya dengan mengatakan itu "tidak masuk akal atau tidak dapat dicapai”.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *