Elon Musk berencana mengintegrasikan startup berbasis kecerdasan buatan xAI ke dalam platform media sosial X (dulu bernama Twitter). Miliarder itu juga mengatakan pihaknya telah merilis model AI pertamanya, sebuah bot bernama Grok, setelah membuatnya tersedia untuk semua pelanggan platform X Premium+. Startup ini bertujuan untuk menciptakan alat AI yang membantu manusia dalam pencarian pemahaman dan pengetahuan. Grok telah dirancang untuk menjawab pertanyaan dengan sedikit kecerdasan.

“Grok memiliki akses real time terhadap informasi melalui platform X, yang merupakan keunggulan besar dibandingkan model lainnya,” kata Musk. Musk sendiri awalnya meluncurkan startup xAI pada Juli lalu sebagai bagian dari kritik yang ia lontarkan terhadap AI Big Tech karena sarat dengan sensor. Musk kemudian ingin menciptakan startup berbasis AI untuk dapat menyaingi Google Bard dan Microsoft Bing AI. Pada 2015, Musk ikut mendirikan OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, yang telah menciptakan kehebohan terhadap teknologi AI generatif di seluruh dunia. Namun, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari dewan direksi pada 2018.

Inilah Rektor Baru Universitas Muhammadiyah Malang Prof Nazaruddin Malik, Memimpin hingga Tahun 2028 Mahfud MD: Akademisi Era Orde Baru Dihormati, Sekarang Pemilihan Rektor Aja Ada Timses Tanggapan Anies Baswedan Soal Kebijakan Rektor ITB Reini Wihardakusumah Bayar UKT Pakai Pinjol

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 95 Kurikulum Merdeka: Persiapan Musikalisasi Puisi Halaman all Apa Itu Student Loan? Wacana Sri Mulyani Lewat LPDP, Gegara Mahasiswa Pakai Pinjol untuk Bayar UKT Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all

Selain terkenal dengan kontroversinya, Musk baru baru ini juga telah membuat sebuah gebrakan baru di platform media sosial X. Gebrakan tersebut berupa peluncuran paket berlangganan baru untuk pengguna platform X premium. Peluncuran paket tersebut ditujukan bagi pengguna yang bersedia membayar untuk mendapat pengalaman baru.

“Paket Premium+, dengan harga sekitar 16 dolar AS per bulan, mencakup semua alat dan fitur yang ditawarkan oleh platform, tanpa iklan,” kata Musk. Awalnya paket berlangganan Premium+ akan tersedia bagi pengguna yang mengakses platform X melalui browser web. “Kami akan terus mengembangkan paket berlangganan Premium+ ke berbagai device,” kata Platform X.

Sementara itu, paket berlangganan lainnya akan dibanderol 3 dolar AS per bulan. Namun untuk paket jenis ini tidak memiliki fitur bebas iklan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *