Para pengusaha Pertashop keberatan dengan masih maraknya penjualan bensin eceran atau Pertamini di masyarakat, khususnya yang menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Sekretaris Paguyuban Pengusaha Pertashop Jawa Tengah dan DIY, Gunadi Broto Sudarmo mengungkapkan, secara margin keuntungan, para pedagang bensin eceran memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan bisnis Pertashop. Bahkan lebih dari 2 kali lipat. Sebagai informasi, Pertashop (Pertamina Shop) adalah outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Sementara, para penjual BBM eceran mendapat mampu memperoleh margin senilai Rp2.000 hingga Rp2.500 per liternya apabila menjual BBM Pertalite. "Ada pertanyaan pengecer dengan Pertashop untung mana? Pengecer atau Pertamini yang nyata ilegal dapat margin yang lebih besar karena adanya disparitas harga yang begitu tinggi," ungkap Gunadi saat melakukan rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (10/7/2023). "Seperti apa? bisa Rp2.000 hingga Rp2.500 per liter," sambungnya. Padahal, Pertalite merupakan jenis BBM yang disubsidi oleh Pemerintah. Yang seharusnya distribusi dan penjualannya perlu dibatasi.

Jelang Hari H Pemilu, KPU Minta KPPS di Lampung Barat Fokus Tupoksi KPU Belitung Klarifikasi Status Caleg Martoni 20 Kunci Jawaban Soal PKN Kelas 5 SD/ MI Semester 1 Kurikulum Merdeka, Keberagaman Budaya Indonesia

KPU Bontang Bakal Berikan Pelayanan Khusus bagi Penyandang Disabilitas Terdaftar Pemilih Pemilu 2024 Fahri Hamzah Ngaku 15 Tahun Diintai KPK karena Terlalu Keras, Novel Baswedan: Masih Saja Berbohong Wartakotalive.com Jaga Pemilu 2024 Aman dan Damai, Jaringan Doa Nasional Papua Barat Daya Ajak Semua Elemen Bersatu

Survei Terbaru, Elektabilitas Capres Terkuat Sudah Lampaui Magic Number, Pilpres 2024 1 Putaran Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 101 102 Kurikulum Merdeka Halaman 3 Untuk itu, Gunadi mendorong percepatan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite.

Apabila aturan yang dimaksud telah selesai dan diimplementasikan, maka para penjual Pertalite eceran dapat ditindak secara hukum. "Tolong kami ingin segera revisi Perpres 191 tahun 2014. Karena belum ada aturan yang menjelaskan aturan secara detail Pertalite, beda dengan produk seperti Solar yang sudah ada aturannya. Kalau Pertalite belum," pungkas Gunadi.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *