Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim pendapatan sopir ojek online atau ojol naik berkat adanya motor listrik. Apa benar begitu? Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Igun Wicaksono mengungkapkan, konsumen ojek online (ojol) kurang minat menggunakan kendaraan listrik. Pasalnya, dari sisi kecepatan motor listrik justru lebih cocok untuk digunakan pada lingkungan perumahan, bukan jalan raya. Tak hanya itu, waktu pengisian baterai juga dinilai lebih lama dibandingkan dengan motor konvensional.

Di sisi lain, kata Igun infrastruktur penunjang Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) saat ini masih jarang didapati. "Sehingga menyulitkan produktivitas customer," jelasnya. Pengamat sekaligus Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. Sektor Rumah Tangga di Kulon Progo Kini Dikenakan Tarif Pembuangan Sampah

Ini Kronologi Kebakaran Hebat Landa Bener Meriah, 3 Rumah dan 1 Gudang Hangus Terbakar Menhub Klaim Pendapatan Ojol Naik karena Motor Listrik, Asosiasi: Konsumen Kurang Minat tuh Pak Hasil Olah TKP, Kebakaran di Bendiljati Tulungagung Bukan Karena Korsleting Listrik

Bantah Klaim Menhub, Pendapatan Driver Ojol Listrik Malah Turun Kunci Jawaban PKN Kelas 12 Halaman 92: Jelaskan Pengaruh Negatif Kemajuan Iptek bagi Indonesia Halaman all Menurutnya, kecepatan motor listrik lebih rendah bahkan kurang disenangi oleh pengguna. "Lantaran lajunya lamban, sehingga kurang disenangi. Kalau untuk angkutan barang ringan masih memungkinkan," ucap Djoko.

"Bisa jadi seperti itu (kurang diminati), berdasar hasil temuan kami di lapangan," imbuhnya. Sehingga menurut Djoko, efektivitas kendaraan listrik yang diterapkan pada pengemudi ojek online (ojol) dinilai kurang pas bahkan sulit dikembangkan. "Melihat animo masyarakat seperti itu, nampaknya susah dikembangkan (ekosistem kendaraan listrik)," tegasnya. Sebelumnya, Budi Karya Sumadi mengklaim pendapatan sopir ojek online atau ojol naik berkat adanya motor listrik.

Menhub mendorong adanya konversi motor listrik di Indonesia. Hal tersebut lantaran jumlah motor berbahan bakar fosil saat ini jumlahnya sangat banyak. Menurut dia, motor listrik merupakan game changer untuk meraih target pengurangan emisi. Itu juga berlaku untuk penurunan beban operasional bagi para driver ojek online. Guna mendorong percepatan pengadaan motor listrik, ia turut mendorong swasta untuk ikut melakukan edukasi dan sosialisasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun swasta bekerjasama untuk mempercepat program konversi motor listrik. Luhut menyampaikan program konversi akan memberi manfaat luar biasa untuk Indonesia, baik dari sisi lingkungan, energi maupun sisi ekonomi. "Pertama, konversi akan menurunkan polusi dalam lingkungan kita dengan menggantikan sepeda motor bakar menjadi motor listrik. Kedua, konversi dapat memberikan edukasi kepada bengkel konversi UMKM tentang bagaimana cara membuat sepeda motor listrik yang layak dikendarai dengan standar keamanan yang memenuhi syarat," terang Luhut.

Selanjutnya, program konversi dapat menciptakan lapangan kerja skala menengah bawah mengingat masih tingginya populasi sepeda motor bakar yang berpotensi untuk di konversi. Luhut mengakui masih ada ruang yang perlu diperbaiki untuk mencapai target 50.000 unit sepeda motor konversi hingga akhir tahun 2023. "Kerja sama yang solid dari berbagai pihak dapat mewujudkan program konversi ini. Saya harapkan surat keputusan bersama yang ditandatangani ini dapat mempercepat implementasi solusi yang dibutuhkan seperti percepatan mekanisme cek fisik dan administrasi terkait dokumen kendaraan dalam bentuk BPKB, STNK maupun plat nomor. Ini sangat penting agar kendaraan dapat digunakan kembali di jalan raya," ujar Luhut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, mengatakan langkah Indonesia mengurangi emisi sudah dicanangkan agar tercapai pada tahun 2060 "Kita canangkan dalam bentuk program program, salah satunya adalah konversi motor listrik yang memberikan manfaat kepada masyarakat, apalagi dengan insentif yang diberikan pemerintah kita harapkan bahwa konversi ini akan berlangsung cepat," tutur Arifin saat acara Penguatan Ekosistem Sepeda Motor Listrik (Konversi), Gedung Chairul Saleh, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (28/7/2023). Selain itu, guna semakin mengakselerasi program konversi tersebut, Menteri ESDM meminta Polri mulai mempromosikannya ke daerah daerah.

"Kegiatan kegiatan pemberian sertifikasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus mencari kita lancarkan dan kita minta bantuan dari Kapolri untuk Polri daerah daerah mulai mempromosikan juga," ungkapnya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *