Nenek 65 tahun inisial RW warga asal Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu jadi korban penipuan. Pelakunya adalah seorang dukun asal Kendal, Jateng inisial NU (47) yang mengakubisa gandakan uang. Akibat penipuan modus penggandaan uang ini, sang nenek merugi hingga Rp 250 juta.

Kejadian bermula saat korban mengalami sakit dan sudah beberapa kali berobat secara medis tapi tidak kunjung sembuh. Lalu korban bercerita kepada temannya, ingin mencari orang pintar atau dukun yang bisa melakukan pengobatan spiritual. Selanjutnya teman korban inilah yang mengenalkan korban dengan pelaku yang katanya mungkin bisa mengobati penyakit korban.

Korban yang yakin, kemudian menghubungi pelaku yang tinggal di KendalJawaTengah, dan meminta untuk bertemu dengan pelaku diBengkulu, sekitar bulan Oktober 2023 lalu. Atas komunikasi tersebut, pelaku kemudian datang keBengkuluuntuk menemui korban atas permintaan korban. Drama Korea The Kings Affection (2021)

Drama Korea Our Beloved Summer (2021) Arti Mimpi Dapat Uang Segepok Pertanda Kemakmuran hingga Datangnya Rezeki Drama Korea One Ordinary Day (2021)

Sosok Teuku Ryan Resmi Digugat Cerai Ria Ricis, Dituntut Tiga Hal, Jalani Sidang Perdana 19 Februari Halaman all Tips Menghindari Penipuan Berkedok Jual Karpet Masjid Online di Bulan Puasa Pengusaha di Purwokerto Bobol Bank dengan Modus Kredit, Rugikan Negara Rp4 Miliar

Jakarta Sengit, Cek 3 Survei Elektabilitas Pilpres 2024 Terbaru, Terjawab Capres Terkuat di Ibu Kota Halaman 4 Saat bertemu, korban kemudian menceritakan kepada pelaku tentang keluhan sakitnya yang tidak kunjung sembuh. Pelaku kemudian menyampaikan kepada korban bahwa korban telah disantet oleh seseorang.

"Selain itu pelaku bilang jika korban kurang bersedekah untuk membantu umat islam dengan menggandakan uang. Kemudian uang yang digandakan itulah yang akan dibuat sedekah agar penyakit korban dapat sembuh," ungkap KapolrestaBengkuluKombes Pol Deddy Nata melalui Kapolsek Gading Cempaka Kompol Kadek Suwantoro, Rabu (1/2/2024). Dalam pertemuan tersebut pelaku menyampaikan kepada korban nominal uang yang harus digandakan adalah senilai Rp 250 juta. Uang tersebut nantinya akan digandakan menjadi Rp 10 miliar, dan uang itulah yang nantinya akan digunakan untuk bersedekah, agar penyakit korban bisa sembuh.

Sebelum ritual utama penggandaan uang dilakukan, ada beberapa ritual yang menurut pelaku harus dilakukan. "Untuk itu korban sudah beberapa kali transfer uang pada pelaku untuk persiapan ritual penggandaan uang ini," kata Kadek. Terakhir untuk ritual penggandaan uang, pelaku meminta korban untuk membawa uang cash Rp 250 juta yang akan digandakan.

Untuk ritual penggandaan uang tersebut, pelaku mengajak korban untuk bertemu di salah satu hotel yang ada di Yogyakarta. Setibanya di hotel, uang tersebut diserahkan oleh korban kepada pelaku, dan dimulailah proses ritual penggandaan uang. Akan tetapi saat pelaksanaan ritual penggandaan uang tersebut, uang yang diserahkan oleh korban tidak bertambah.

Atas kejadian tersebut, pelaku mengatakan bahwa ada sesuatu yang menghalangi, sehingga uang tersebut tidak bertambah. "Kebetulan korban menceritakan bahwa anaknya yang saat itu ikut sedang mengalami menstruasi. Lalu pelaku mengatakan bahwa hal itulah yang menjadi penghalangnya," ujar Kadek. Karena dianggap menghalangi, korban diminta oleh pelaku untuk mengantar anak korban yang sedang menstruasi untuk pulang terlebih dahulu ke hotel tempat mereka menginap.

Lalu korban diminta kembali lagi ke hotel tempat pelaku, untuk melanjutkan ritual penggandaan uang. Korban yang percaya kemudian menuruti apa yang dikatakan oleh pelaku dan mengantar anaknya tersebut pulang. Akan tetapi, saat korban kembali ke hotel tempat mereka melakukan ritual sebelumnya, pelaku sudah tidak ada lagi di hotel dan membawa uang Rp 250 juta milik korban yang akan digandakan.

"Atas kejadian itulah kemudian korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisianPolsekGadingCempakaKotaBengkulu," ungkap Kadek. Mendapati laporan tersebut pihak kepolisianPolsekGadingCempakaKotaBengkululangsung melakukan penyelidikan. Kemudian didapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang ProvinsiJawaTengah.

Mendapati informasi tersebut, Tim Opsnal Macan Cempaka dibantu Tim Resmob Polres Kendal, Tim Resmob Polres Semarang, dan Tim Resmob PoldaJawaTengah, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Selanjutnya pelaku langsung dibawa ke Polsek Gading Cempaka Kota Bengkulu, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *