Malaysia mulai menggalakan pemakaian batik dalam rutinitas sehari hari. Abdi negara atau PNS diwajibkan berbaju batik pada hari Kamis. Selain itu, jemaah Muslim juga diminta mengenakan batik selama perjalanan umrah.

Dilansir dari Malay Mail, Badan pengembangan kerajinan tangan nasional Malaysia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga asosiasi dan agen perjalanan umrah. Hal ini sebagai upaya lebih menggalakkan penggunaan batik Malaysia. Sebelumnya PNS mengenakan batik Malaysia pada hari Kamis. "Upaya kampanye untuk membantu pertumbuhan industri,” kata Wakil Direktur Jenderal (Pengembangan) Kraftangan Malaysia Abdul Halim Ali dikutip Kamis (14/9/2023).

Inilah Rektor Baru Universitas Muhammadiyah Malang Prof Nazaruddin Malik, Memimpin hingga Tahun 2028 Mahfud MD: Akademisi Era Orde Baru Dihormati, Sekarang Pemilihan Rektor Aja Ada Timses BREAKING NEWS: Granat Nanas Aktif Ditemukan di Perkebunan Warga Palaran Samarinda

Tanggapan Anies Baswedan Soal Kebijakan Rektor ITB Reini Wihardakusumah Bayar UKT Pakai Pinjol Survei Elektabilitas Capres 2024, Anies dan Prabowo Goyang Jawa Tengah, Sisa Masa Kampanye Pilpres Halaman 4 Apa Itu Student Loan? Wacana Sri Mulyani Lewat LPDP, Gegara Mahasiswa Pakai Pinjol untuk Bayar UKT

Biodata Didi Mahardika Cucu Bung Karno yang Kritik Guntur Soekarnoputra: Tak Etis Gertak Presiden Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all Selama umrah, umat Islam biasanya mengenakan pakaian sederhana dan seragam yang disebut pakaian ihram seperti kain putih menandakan kerendahan hati.

Abdul Halim mengatakan berdasarkan kesepakatan ini, agen perjalanan umrah dan haji dapat memasukkan pakaian batik ke dalam perlengkapan perjalanan, dan dapat dikenakan oleh jamaah ketika mereka tidak mengenakan pakaian ihram. “Jadi kalau berangkat umrah, mereka akan memakai motif batik. Ini salah satu cara untuk memamerkan batik Malaysia ke luar negeri,” ujarnya. Menurut Halim, selain mendorong jamaah umrah, para staf juga mengenakan batik Malaysia di tempat kerja.

Ia menambahkan, edaran penggunaan batik bagi PNS sebenarnya bukan hal baru, karena sejak tahun 1985 hal sudah dilakukan, namun kini sudah resmi. “Pada saat yang sama, jika kita berbicara tentang pakaian korporat, memakai batik sebenarnya membantu menghemat energi, karena bahannya yang sejuk, penggunaan AC di kantor menjadi lebih sedikit, karena tidak perlu memakai blazer yang tebal. sepanjang waktu,” katanya. Ia mengatakan hingga Agustus 2023, terdapat peningkatan jumlah pengusaha batik di Tanah Air menjadi 815 orang, dimana 51 persen di antaranya adalah perempuan.

Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Nik Nazmi Nik Ahmad mengumumkan bahwa pegawai negeri bisa mengenakan pakaian batik sepanjang hari kerja. Dia mengatakan Kabinet telah menyetujui langkah tersebut mengingat iklim dan perlunya efisiensi energi di kantor kantor pemerintah. Ia juga mengatakan, anjuran perubahan tata krama berpakaian juga akan disampaikan kepada seluruh anggota Dewan Rakyat dan Dewan Negara.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *