Israel menarik seluruh tentaranya dari sebagian wilayah Kota Gaza dan Provinsi Gaza Utara untuk pertama kalinya pada Kamis (1/2/2024). Israel sebelumnya mengirim tentaranya ke sebagian besar wilayah Jalur Gaza sejak dimulainya operasi militer darat pada 27 Oktober 2023. Kemarin, tentara Israel dan kendaraan militernya mundur sepenuhnya dari lingkungan Al Tawam, Al Karama dan Jalan Al Rashid di Jalur Gaza utara.

Tentara Israel juga mundur dari lingkungan pemukiman Al Amn Al Aam, Al Muqawsi, Intelligence Towers (Menara Intelijen), Bahloul, dan Jalan Rashid di Kota Gaza. Pada pertengahan Januari 2024, tentara Israel telahmenarik Divisi 36, yang merupakan salah satu dari 4 divisi militer yang dikerahkan dalam agresi di Jalur Gaza. Dalam waktu kurang dari sebulan, tentara Israel menarik beberapa brigade dari pasukannya di Jalur Gaza, termasuk Batalyon No. 7107, Divisi 36, dan Batalyon 13 di Brigade Golani, seperti dikutip dari Anadolu .

Dalam pernyataan terpisah, tentara Israel mengumumkan penarikan Brigade Terjun Payung ke 55 sebagai pasukan cadangan dari Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, setelah disebut menyelesaikan tugasnya. “Selama dua bulan terakhir, pasukan Brigade ke 55 bekerja di daerah Khan Yunis, dan selama masa kerja, brigade tersebut menemukan dan menghancurkan banyak bukaan terowongan dan sarana tempur," klaim tentara Israel, dikutip dari Palinfo, Kamis. Ayu Ting Ting Boyong Keluarga Liburan ke Luar Negeri Lagi, Boy Williiam Tak Diajak, Putus?

Biodata Mbak Lala Pengasuh Rafathar yang Berani Bohongi Nagita Slavina, Mengaku Demi Kebaikan Surya AC MILAN: Ada Peran Ibrahimovic dalam Merapatnya Conte Rekap Transfer Juventus, Max Allegri Panggil Alcaraz, Roma Segel Angelino, Kane Gagal ke Madrid

Jakarta Sengit, Cek 3 Survei Elektabilitas Pilpres 2024 Terbaru, Terjawab Capres Terkuat di Ibu Kota Halaman 4 Brigade Terjun Payung ke 55 akan diganti dengan pasukan lain. Dalam pernyataan sebelumnya, Israel mengatakan alasan penarikan pasukannya adalah memberikan masa istirahat dan penataan ulang pasukan.

Sementara itu, Radio Tentara Israel mengumumkan Brigade Cadangan ke 4, yang dikenal sebagai “Kiryati”, telah menyelesaikan misinya di kota Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Sebelumnya, Brigade cadangan yang beranggotakan ribuan tentara itu bertempur di wilayah utara dan timur Khan Yunis. Tentara Israel tidak menjelaskan secara rinci alasan penarikan pasukkannya dari sebagian wilayah Jalur Gaza dan hanya mengatakan beberapa dari pasukannya itu telah menyelesaikan tugas.

Beberapa jam setelah penarikan tentara Israel, penduduk di wilayah tersebut pergi untuk memeriksa rumah dan properti mereka, setelah mengungsi sejak perang di Jalur Gaza dimulai. Selain itu, mereka juga menguburkan jenazah yang berada di berbagai tempat. Sejumlah warga mengatakan bahwa mereka dapat mencapai daerah ini untuk pertama kalinya sejak dimulainya operasi darat.

“Untuk pertama kalinya sejak awal invasi darat, saya dapat mencapai wilayah barat laut Kota Gaza setelah mundurnya pasukan pendudukan, yang meninggalkan wilayah tersebut di balik kehancuran besar besaran terhadap rumah rumah warga, jalan jalan, dan infrastruktur di wilayah tersebut," kata jurnalis Palestina, Anas Al Sharif, Kamis. Ia mengonfirmasi bahwa pesawat Israel terbang dengan kecepatan rendah di daerah tersebut setelah penarikan tentara Israel. Sementara serangan udara Israel terus terjadi di Jalur Gaza utara. <figure><small>lihat foto</small> </amp img>Tentara Israel membawa peti mati rekan prajuritnya saat pemakaman pada 1 November 2023, di pemakaman militer di Yerusalem.</figure>Operasi Darat di Jalur Gaza

Sebelumnya, pada Jumat (27/10/2023), tentara Israel memulai operasi darat yang mencakup serangan ke beberapa wilayah dan lingkungan di gubernuran Gaza barat laut dan utara. Sejak pertengahan Desember 2023, tentara Israel mulai menarik diri secara bertahap dari wilayah di bagian utara Kegubernuran Gaza, diikuti pada awal Januari lalu dengan penarikan sebagian dari lingkungan dan wilayah di Kegubernuran Gaza. Tentara Israel membuka kembali serangannya ke beberapa wilayah di Kota Gaza dan Jalur Gaza utara pada pertengahan Januari lalu.

Mereka melakukan operasi cepat, mengubah lokasi serangan dari waktu ke waktu sambil mundur setelah operasinya berakhir dan menuju pinggiran timur dan utara Kegubernuran Utara, serta bagian timur dan barat daya Kota Gaza. Segera setelah Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza. Kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai jiwa sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Kamis (1/2/2024), kematian di wilayah Israel, dan kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Anadolu .

Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran sandera dengan tahanan Palestina pada akhir November 2023.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *